Ini Hasil Survey Siapa Presiden Terburuk Dalam Sejarah Indonesia

http://ift.tt/1w8asCp

<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

Seorang Kaskuser bernama Awlia, Ahad, 5 April 2015 pukul 21:42 mengunggah sebuah polling ke Forum Berita Politik Kaskus. Judul pollingnya, “SIAPA PRESIDEN INDONESIA PALING BURUK SEPANJANG SEJARAH?”.

Pertanyaan tersebut rupanya terlalu mudah dijawab bagi pengguna kaskus. Terbukti, hingga siang ini, (14:45 WIB), atau baru sekitar 2 hari sejak diunggah, polling tersebut sudah diikuti oleh 1204 pengguna kaskus.

Dari tujuh nama pemimpin negara ini, nama Jokowi, Presiden Indonesia saat ini tercatat menempati posisi tertinggi sebagai Presiden Indonesia paling buruk sepanjang sejarah. Hal ini sesungguhnya tak terlalu mengejutkan.

Sejak dilantik pada tanggal 20 Oktober 2015, kepemimpinan Jokowi memang terasa sangat lemah. Selain nampak menyerah pada ketua-ketua partai Koalisi Indonesia Hebat, Jokowi pun kini santer diberitakan takluk pada ancaman Australia yang akan membongkar kecurangan Pilpres.

Dari dalam negeri, tentu publik sudah kenyang dengan kebijakan Jokowi yang ketika kampanye berjanji mensejahterakan rakyat, namun kini justru memperberat kehidupan rakyat. Belum lagi, tindakan-tindakan Jokowi yang seolah-olah tidak mengetahui kebijakan negara, padahal dia sendiri yang menandatangani kebijakan tersebut.

Belum lagi masalah intervensi negara dan bagi-bagi jabatan untuk para timsesnya. Jokowi nampak memiliki seribu keburukan di hadapan rakyat Indonesia karena tak memedulikan jeritan rakyat yang menentang keras penetapan demi penetapan timses pada posisi krusial di bidang keamanan dan keuangan.

Masih ada terlalu banyak soal yang membuat Jokowi layak dianggap jadi Presiden paling buruk sepanjang sejarah Indonesia.

Jika ingin sedikit melawan lupa dan menengok ke belakang, sudah ada terlalu banyak tanda yang menunjukkan bahwa jika rakyat membiarkan Jokowi memimpin negeri ini, maka negeri ini akan hancur. Setidaknya, hal itu pernah diucapkan sendiri oleh Jusuf Kalla, yang kini mendampingi Jokowi. Lalu, mengapa rakyat masih memilih Jokowi?

Jawabannya memang mungkin akan menjadi sebuah misteri, apalagi bila dikaitkan dengan ancaman Australia yang akan membuka kecurangan Pilpres 2014 dan “buka-bukaan” aleg Nasdem Akbar Faisal yang sempat ramai beberapa hari belakangan ini. Secara gamblang, Akbar menuding Luhut Binsar Panjaitan, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan “meyedot” data dari KPU dalam proses Pilpres 2014 lalu.

Bila benar ada kecurangan, rakyat memang tak bisa disalahkan atas semua persoalan negeri ini. Tapi partai penguasa yang rakus dan culas, telah mendudukkan Jokowi dalam posisi sebagai presiden Indonesia paling buruk sepanjang sejarah,

Masihkah rakyat Indonesia ingin dipimpin oleh Presiden paling buruk sepanjang sejarah? Rasanya tidak..

Sumber: linimedia

Iklan