Lintas Boling Sumut, Pertama Di Indonesia

http://ift.tt/1w8asCp

<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

JIKA lintasan boling benar-benar jadi dibangunnya lintasan boling di Sumatera Utara (Sumut), maka itu akan menjadi hal yang pertama di Indonesia yakni sebuah pemerintah provinsi memiliki sarana olahraga boling. Sebab, kenyataannya selama ini sarana boling hanya dimiliki oleh pihak swasta.
“Saat ini memang belum ada. Jadi pertanyaannya, apabila sarana milik swasta itu tutup semua, lantas bagaimana?, yah habis olahraga (boling) ini,” ungkap Ketua Pengprov PBI Sumut, Singgih Goenawan kepada MedanBisnis, beberapa waktu lalu.

Apabila sarana boling tersebut benar-benar terealisasi, Singgih mengaku akan mengucapkan kata salut. Sebab, selain yang pertama juga akan menjadi percontohan untuk daerah lain di Indonesia. “Artinya, Sumut bisa kok memiliki lintasan sendiri. Bayangkan saja, Jakarta yang menghasilkan banyak medali tapi sampai saat ini belum memiliki lintasan sendiri. Kan berarti ada kebanggaan Sumut bila itu sudah terealisasi,” bebernya.

Itu sebabnya, Singgih sangat berharap lintasan boling tersebut dapat segera dibangun karena akan menjadi kebanggaan Sumut. Sebab, itu untuk pertama kalinya terjadi di Indonesia. “Kalau sudah dibangun baru akan menjadi satu-satunya di Indonesia,” ucapnya.

Singgih pun menyebutkan, pembangunan lintasan boling di Sumut itu menurutnya memamng mendesak. Sebab, orang-orang yang “gila” mengurusi olahraga boling, khususnya di kota Medan, tidak banyak jumlahnya. Maka, apabila ada orang seperti itu dan contohnya di olahraga boling, maka sudah sepantasnya pemerintah menghadirkan infrastruktur olahraga tersebut. “Kan kasihan mereka, punya niat dan semangat tapi kok tidak ada lintasan,” bilangnya.

Disinggung olahraga boling dikategorikan mahal, sehingga minimnya sarana yang ada, diakui Singgih Goenawan hal itu memang benar. Mengapa demikian, karena investasi untuk olahraga boling sangatlah besar.

Menurut Singgih, untuk membangun satu unit lintasan boling saja membutuhkan dana sebesar USD 50.000 atau bekisar Rp 650 juta. Itupun hanya satu lintasan saja belum gedung dan perlengkapan lainnya. Apalagi untuk sebuah gelanggang olahraga boling yang minimal ada 6-7 unit lintasan. “Jadi pihak swasta pun tidak akan mungkin mau membangun sarana seperti itu karena investasinya cukup mahal. Hanya orang ‘gila’ yang mau investasi seperti itu. Tapi kalau pemerintah yang membangun kan namanya itu infrastruktur. Kalau infrastruktur tidak ada biaya ini dan itu, malah yang ada biaya perawatannya sehingga hal itu memungkinkan terjadi,” tutur Singgih.

Singgih juga mengatakan bahwa prinsip membina olahraga itu ada tiga yakni, sarana, organisasi dan atlet. Apabila salah satu dari tiga unsur itu tidak ada maka cabang olahraga itu akan pincang. “Ya ini boling Sumut sudah dalam kondisi pincang. Meski pincang, tapi belum lumpuh. Makanya saya tidak menyerah dan akan terus berjuang. Kami akan tunjukkan kepada Gubernur dan Kadispora Sumut bahwa kami tetap bisa berprestasi meskipun tidak memiliki lintasan boling,” tandasnya.


Sumber: medanbisnis