Wah… Indonesia Ternyata Sudah Terjual, Dan Siap Jadi Budak Cina?

http://ift.tt/1w8asCp

Pribumi Indonesia setiap hari didesak untuk berpikir kebutuhan hidup yang makin susah. Ada kekuatan yang berusaha untuk mengikis rasa nasionalis dan hanya diarahkan ke urusan perut.

Ketika urusan perut sudah melilit, barulah rakyat pribumi akan disingkirkan. Cina-cina akan berdatangan menyerbu Indonesia, disuburkan oleh rezim yang memang bonekanya mereka.

Yah, upaya Presiden Joko Widodo yang serius membangun tol tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra abad ke-21 Cina sebagai poros maritim dunia, dinilai bakal mengancam keutuhan NKRI.

Jalur Sutra, yang terbagi menjadi jalur darat dan jalur laut, adalah rute tata niaga yang menghubungkan Eropa ke Asia Tengah dan Asia Timur, serta tata niaga dan jalur energi dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Timur. Guna memuluskan rencananya, Cina mempelopori pendirian Bank Investasi Infrastruktur Asia senilai US$ 50 miliar serta program Dana Jalur Sutra sebesar US$ 40 miliar.

Jalur Sutra maritim itu dipastikan bersinggungan dengan konsep tol laut. Rutenya meliputi Eropa, masuk Laut Merah di Afrika, lalu ke Samudra Hindia, terus menuju India, Bangladesh, Burma, kemudian masuk ke Indonesia melalui Selat Malaka. Juga menyusur lewat selatan yang masuk Selat Lombok, Selat Sunda, Selat Wetar, Selat Sunda. Ini terus ke utara, lalu masuk ke Laut Tiongkok Selatan.

Tol laut Jokowi nantinya akan mengembangkan dua pelabuhan sebagai hub internasional, yakni Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, di Selat Melaka; dan Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara.

Dilansir tempo, barang dari dan ke Asia Timur masuk melalui Bitung, sementara dari dan ke Eropa melalui Kuala Tanjung. Perkiraan sementara, dibutuhkan dana US$ 5-6 miliar untuk merealisasi tol laut. “Lima tahun beres,” kata Direktur Utama R.J. Lino. Jokowi juga akan menyiapkan 20-an pelabuhan sebagai hub feeder.

Sayangnya, hub internasional di Bitung sebagai pintu ke Asia Timur akan terhambat akibat hubungan Cina dan Filipina yang memanas terkait dengan klaim wilayah Laut Cina Selatan. Cina mengucilkan Filipina dengan menghindari negara kepulauan itu dalam rute Jalur Sutra.

“Jalur Sutra laut akan meramaikan wilayah laut Indonesia tetapi juga akan mengancam keutuhan NKRI,” demikian Bambang Smit, Ketua Umum Gerakan Pribumi Bersatu, ditemui Roemah Priboemi di Jalan Pejambon 1, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).

Tanpa disadari masyarakat pribumi, jalur sutra ini akan memudahkan masuknya asing dan aseng menguasai Jawa dan Sumatera.

<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

“Saudara saudara kita yang mati matian membela rezim sekarang tidak sadar jika sedang membuka kran masuknya penguasaan asing aseng. Bahkan mungkin setiap provinsi dibiarkan merdeka dan didorong melepaskan diri, agar kekuatan NKRI terpecah belah. Andai masyarakat pribumi tidak kompak, NKRI terancam dan rakyat pribumi hanya dijadikan jongos jongos mereka,” ungkap Smit.

Selama ini perang proxy sudah makin melemahkan pribumi Indonesia. Smit mencontohkan, coba saja kita perhatikan mulai dari bangun sampai tidur, produk apa yang dipakai?

“Akankah kita diam menonton asing aseng masuk menjarah dan menguasai tanah air kita? Kita harus bersatu kompak,” terang Smit.

Smit menyebut, Indonesia sekarang ini sudah dijual. Tentunya dengan cara yang legal, dan kita hanya bisa tutup mata atau tidak sempat berpikir karena kita diserang “kebutuhan hidup”. “Sungguh jahat jika kita tidak ada pemikiran sama sekali bahwa anak cucu kita wajib menikmati kekayaan negerinya dan tidak menjadi jongos Cina,” katanya.

Indonesia, lanjutnya, sekarang ini bukan sebuah negara. Melainkan hanya koorporasi. Bahkan lebih buruk lagi, kata Smit, kita hanya anak perusahaan. “Perusahaan utamanya Cina dan Amerika, kita menjadi cabang. Sebab, kita tidak memiliki kekuatan sama sekali,” tuturnya.

Smit melanjutkan, pribumi saat ini seperti domba yang diadu adu, para wakil rakyat diadu, partai-partai diadu, kelompok diadu. Pribumi dibiarkan membenci saudara sendiri. Sementara para penjarah mulai masuk ke dalam daging, tulang bahkan darah NKRI.

“Para ksatria kita ditundukan kegagahannya! Ahok bahkan mendapat kehormatan Baret karena “menyuap” TNI dengan 1000 rumah. Semua orang Cina menjadikan Ahok pahlawan. Bahkan kita sendiri sering memujinya. Sementara kita dibius pencitraan yang tiada habis,” seru Smit.

Ketika semua telah dikuasai Cina (RRC) dan Cina Indonesia, yang namanya Si Udin, Si Asep, Si Poltak, Si Ali, Si Azizah, dan pribumi lain hanya menjadi kuli-kuli mereka. “Lihat saja Singapura, dimana orang melayu hanya jadi jongos. Pembangunan sehebat apapun, bahkan 1000 gedung dibangun tapi tidak menomor satukan pribuminya. Ini adalah kecelakaan sejarah!” tutup Smit.

Sumber: siagaindonesia

Iklan