Sukardi Mohon Maaf, Jokowi Sebut Kota Kelahiran Bung Karno Di Blitar

http://ift.tt/1w8asCp

<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

 Tim Komunikasi Publik Presiden Sukardi Rinakit, mengaku menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kesalahan Presiden Jokowi, yang menyebut kota kelahiran Bung Karno di Blitar.

“Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo membacakan teks pidato. Disebutkan bahwa kota kelahiran Bung Karno adalah Blitar. Padahal yang benar adalah Surabaya. Kesalahan tersebut sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan menjadi tanggungjawab saya,” kata Sukardi Rinakit, Jumat (5/6/2015).

Karena ketika presiden sedang menyusun pidato tersebut, lanjut Rinakit, Jokowi sempat bertanya kepada dirinya tentang Kota Blitar. Dia pun mengatakan ke Jokowi, bahwa Bung Karno lahir dan disemayamkan di Blitar.

“Presiden waktu itu meminta saya untuk memeriksa karena seingat beliau, Bung Karno lahir di Surabaya. Tanpa memeriksa lebih mendalam dan seksama, saya menginformasikan kepada presiden bahwa Bung Karno lahir di Blitar,” ujarnya.

Ia mengaku kalau referensi yang dipakai adalah situs web Tropenmuseum.nl, yang menyebutkan Bung Karno lahir di Blitar. “Soekarno (ook wel gespeld als Sukarno), geboren als Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 Juni 1901- Jakarta 21 Juni 1970) was de eerste president van de Republiek Indonesia,” terang Rinakit.

Selain itu, kata dia, banyak juga bahan lain yang menyebutkan beliau (Bung Karno) lahir di Blitar. “Memori saya dibelenggu oleh cerita rakyat yang sejak kecil saya dengar di kampung bahwa Bung Karno dilahirkan di Blitar,” jelas dia.

Untuk itu, dengan tulus Sukardi mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya kepada keluarga Bung Karno, utamanya Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani yang hadir pada acara tersebut.

“Saya berjanji untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam memberikan informasi khususnya yang berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa,” tandasnya.

Sumber: indomedianews

Iklan