Ini Kalau KW3 Beraksi! Harga Meroket Eh Mendag Memperbolehkan Pedagang Naikkan Harga

http://ift.tt/1w8asCp

ad_idzone = “1519790”;
ad_width = “468”;
ad_height = “60”;

Seminggu menjelang Ramadhan, harga barang-barang kebutuhan pokok merangkak naik. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa. Apalagi dolar AS terus menekan rupiah. Kalau semua harga barang naik, bisa-bisa sambutan kata Marhaban Ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan) berubah menjadi marhaban ya kesulitan.

Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, misalnya, sudah terjadi kenaikan barang-barang kebutuhan pokok sudah naik sampai 20 persen. Ayam broiler misalnya, naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 32.000 per kilogram. Daging naik dari Rp 102.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram. Harga cabe merah kriting ikut naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 per kilogra. Demikian juga bawang merah sudah naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 37.000 per kilogram.

Di daerah, kenaikan harga lebih gila-gilaan. Di Pasar Senggol, Kota Dumai, Riau, harga cabe merah kriting sudah mencapai Rp 40.000 per kilogram. Di Ternate, Maluku Utara, harga bawang merah mencapai Rp 45.000. Di Yogyakarta juga sama. Sudah beberapa hari harga daging sapi di sana sudah mencapai Rp 115.000 per kilogram.
<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

Namun, pemerintah sepertinya menganggap kenaikan-kenaikan ini sebagai hal biasa. “Saat menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran, seringkali diikuti dengan peningkatan harga-harga kebutuhan di masyarakat. Termasuk kebutuhan sayur dan buah-buahan, kenaikan bahkan mencapai 100 persen,” ucap Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono di Jakarta, (Kamis, 11/6).

Namun, pemerintah berjanji untuk menekan kenaikan harga barang-barang tadi. Salah satu caranya dengan memperpendek jalur distribusi. Pemerintah hanya mentolerir kenaikan harga barang sekitar 5 persen.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel bahkan membolehkan kenaikan-kenaikan itu. “Boleh naik, asal tidak berlebihan. Sebab, mereka (para pedagang) juga ingin menikmati hari raya bersama keluarganya,” ucap Gobel di kantornya, kemarin.

Untuk menjaga harga tetap wajar, Rabu sore Mendag telah menggelar rapat dengan Menteri Perindustrian, Kepala BIN, Bareskrim Polri, dan para asosiasi pedagang. Hasil rapat diputuskan pemerintah akan terus memelototi barang-barang yang harganya melonjak tinggi seperti cabe merah kriting dan ayam. Pemerintah tidak ingin ada spekulan yang bermain mengatur harga.

ad_idzone = “1523222”;
ad_width = “300”;
ad_height = “50”;


sumber: rmol

Iklan