Ada Kisah Dibalik Pembuatan Tugu Monas Looo..Simak Yuuuk!

http://ift.tt/1w8asCp

Semua orang Indonesia tentu tahu Monumen Nasional atau yang lebih dikenal Monas.Bangunan menjulang tinggi yang terletak di pusat kota Jakarta ini, telah menjadi ikon Kota Jakarta, Ibu Kota Indonesia.

Monas dibangun pada Agustus 1959 oleh arsitek-arsitek Indonesia seperti Soedarsono, Frederich Silaban, dan Ir. Rooseno. Bangunan setinggi 132 meter ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.

Hal yang menarik dari bangunan Monas adalah puncaknya yang berupa lidah api dan terbuat dari emas. Namun, tahukah Anda, siapa yang menyumbang emas itu untuk Monas? Emas di puncak ikon Kota Jakarta itu adalah pemberian dari seorang saudagar asal Aceh bernama Teuku Markam. Ia menyumbangkan 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas.
<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

Siapakah Teuku Markam sebenarnya? Ia adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika ia berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakanya yang bernama Cut Nyak Putroe. Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat (SR). Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh.

Selain emas untuk Monas, masih banyak sumbangsih yang Teuku Markam persembahkan untuk Indonesia. Diantaranya, membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia. Selain itu beliau juga memberikan dana kepada pemerintah orba untuk membangun jalan Banda Aceh-Medan, insfrastruktur di Aceh dan di Jawa Barat, serta pembangunan jalan-jalan yang ada di Jawa Barat.

ad_idzone = “1523222”;
ad_width = “300”;
ad_height = “50”;


Sumber: newsmedia

Iklan