Kalau Bintang Lima Tidak Cukup, Kasih ‘Bintang Tujuh’ Biar Sakit Jokowi Hilang

http://ift.tt/1w8asCp

Sindiran keras dilontarkan pengamat politik Ahmad Yazid terkait usulan agar TNI memberikan pangkat “bintang lima” kepada Presiden Joko Widodo.

Ahmad Yazid melihat bahwa usulan itu bernuansa politik. “Jokowi mendapatkan bintang lima dari TNI lebih bernuansa politiknya. Seolah-olah TNI bisa dimanfaatkan oleh kekuasaan. Padahal TNI itu hanya tunduk pada negara dan NKRI. Kalau perlu nantinya Jokowi dikasih ‘bintang tujuh’ saja biar ‘sakitnya’ hilang,” sindir Yazid.

Menurut Yazid, Presiden Jokowi belum pantas mendapatkan bintang lima dari TNI karena belum banyak kontribusinya buat bangsa dan negara. “Jokowi belum pantas mendapat bintang lima. Kontribusi buat negara belum terlihat, walaupun sering memakai baju militer dalam berbagai kesempatan,” kata Yazid kepada intelijen (19/06).
<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

Yazid menegaskan, Jokowi sebagai presiden dari kalangan sipil, harus meninggalkan simbol militer. “Yang militer saja, seperti SBY saja lebih banyak terlihat sipilnya. Harusnya Jokowi banyak belajar ke SBY dalam mengelola negara,” jelas Yazid.

Diberitakan sebelumnya, pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin mengusulkan agar pemerintah dan TNI memberikan Presiden Jokowi pangkat ‘bintang lima’ terutama saat menghadiri acara TNI.

Irman menyatakan, sesuai dengan amanat konstitusi, presiden adalah Panglima Tertinggi sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Sebagai Panglima Tertinggi maka wajar presiden menyadang bintang lima di bahu maupun baret yang dipakainya.

ad_idzone = “1523222”;
ad_width = “300”;
ad_height = “50”;


sumber: intelijen

Iklan