Wow… Puasa Di Belahan Bumi Utara Sepanjang 22 Jam

Umat muslim di Skandinavia, wilayah dekat Kutub Utara, serta seluruh area Inggris Raya, mengalami waktu puasa terpanjang di dunia, karena Ramadan kali ini tiba saat musim panas. Sesuai aturan berpuasa dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari, maka warga Eropa sisi utara ini harus menahan lapar dan haus sepanjang 22 jam.
Seperti dilaporkan BBC, Kamis (18/6), di Inggris, subuh dimulai pada pukul 02.18 waktu setempat. Sementara maghrib baru tiba pukul 21.22.
Ekky Imanjaya, mahasiswa pascasarjana asal Indonesia yang sedang studi di Universitas East Anglia, Kota Norwich, di laman Facebook-nya mengaku malam pada ramadan kali ini sangat singkat.
“Tapi barangkali di situ seninya dan Insya Allah, berkahnya,” tutur Ekky.
Walau waktu puasa Inggris terlihat sangat lama, tapi ternyata ada yang lebih ekstrem. Warga muslim yang barangkali tinggal di Kota Tromso, Norwegia, harus berpuasa mendekati 24 jam. Di kota dekat kutub itu, matahari bahkan masih bersinar tengah malam.
Adapun Ulama asal Inggris, Usama Hasan, menilai waktu puasa umat di wilayah utara Eropa terlalu berat. Masalahnya bukan pada anak muda atau orang dewasa yang bugar. Tapi justru untuk anak-anak yang sedang belajar berpuasa, serta para manula.
<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

“Saya pikir sudah saatnya para ulama berkumpul untuk menentukan waktu puasa yang lebih moderat bagi umat muslim di belahan bumi utara,” kata Hasan.
Secara geografis, sampai kapanpun warga di belahan bumi utara akan berpuasa lebih panjang dibanding umat muslim dekat khatulistiwa. Masyarakat di Arab Saudi bahkan cuma berpuasa 14 hingga 16 jam sehari.
Hasan mengatakan penyesuaian waktu menahan lapar sesuai kondisi geografis ini bukan barang baru. Ulama reformis asal Mesir, Muhammad Abduh, pernah mengusulkan para ahli agama berembuk agar bisa dicapai kelonggaran khusus bagi warga yang tinggal di tempat-tempat dengan kondisi kemunculan matahari ekstrem.
“Perlu dipikirkan, apakah kita bisa berpuasa seperti umat muslim di Mekkah selama 15 atau 16 jam mungkin,” ungkap Hasan.
Mufti Besar Ali Gomaa dari Mesir, dikutip dari religionnews.com, rupanya sempat mengeluarkan fatwa tak jauh beda beberapa tahun lalu. Dia menyatakan untuk mereka yang hidup di belahan bumi utara, dibolehkan berpuasa hingga 21 jam atau malah lebih. Tapi bila tidak sanggup, rentang 14 hingga 16 jam dapat menjadi pilihan.
“Manapun (waktu puasa) yang dipilih, jangan ada umat yang merasa lebih hebat dari yang lain,” ucap Gomaa.

ad_idzone = “1523222”;
ad_width = “300”;
ad_height = “50”;

Sumber: merdeka
Iklan