Tenang-Tenang, Kata Menteri Pertanian Bawang Merah Aman Tuch….

http://ift.tt/1w8asCp

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) saat panen raya bawang di daerah itu untuk memastikan pasokan bawang merah aman dan tidak diperlukan impor.

Dalam kunjungannya Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Mentan Amran mendapati harga bawang merah hanya sekitar Rp8.000 per kilogram (kg) di tingkat petani.

“Harga bawang dari sini hanya Rp8.000 per kg. Benih akan kami beri gratis 100 hektare. Kami ada fokuskan anggaran untuk bawang merah 1.000 hektare,” kata Amran dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (19/6).

Lahan yang siap dipanen di wilayah itu seluas 105 hektare dengan produktivitas mencapai 14 ton per hektare. Sementara komoditas yang dipanen Jumat ini adalah bawang varietas supercross.

Panen bawang merah yang ada di Bima menghasilkan sebanyak 40.000 ton. Sedangkan panen di Brebes menghasilkan produksi bawang merah sebesar 50.000 ton sehingga total produksi dua sentra produksi tersebut mencapai sebesar 90.000 ton.

“Artinya Brebes dan Bima sudah memenuhi kebutuhan (bawang merah) nasional bulan ini sudah cukup. Itu belum termasuk Banyuwangi, Enrekang, Janeponto, Minahasa, Probolinggo. Dua sentra ini saja sudah cukup,” ujar Mentan Amran.

 Mentan Amran menjelaskan, produksi hasil panen di Bima akan langsung dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera disebarkan ke daerah-daerah yang menunjukkan harga bawang merah tinggi seperti Jakarta, Jawa Timur, Lampung dan Sulawesi Selatan.

“Ini langsung kami beli, harganya dari petani hanya Rp6.000 per kilogram. Kemudian kami beli ini semua dengan harga Rp8.000 per kilogram untuk dikirim ke Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur. Saya yakin dengan tambahan gelontoran bawang merah dari Bima ini harga bisa stabil,” ujar Amran.
<!– BEGIN JS TAG – Suaranews.com NEWS INDO Display Rev Share

Amran mengakui, sebelumnya Indonesia masih melakukan impor untuk tujuh komoditas yaitu beras, jagung, kedelai, gula, cabai merah, bawang merah dan gula.

“Panen di sini kualitasnya bagus. Kita tanam 2.000 hektare saja selesai ini masalah bawang merah, tidak impar-impor saja,” ujar Mentan.

Amran mengakui rantai pasok bawang merah yang sebelumnya mencapai tujuh rantai, akan dipangkas jadi tiga atau empat dengan mensinergikan Kementan, Bulog dan Kementerian Perdagangan.

“Dari petani harganya Rp6.000-Rp7.000 per kilogram, seenaknya saja dijual di Jakarta Rp30.000-Rp40.000 per kilogram. Ini yang harus kita pangkas rantai pasoknya,” tegas Mentan Amran.

Dalam kunker itu Mentan Amran turun ke sawah didampingi Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono Kamino, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu Suparyono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bima Mokhlis, Bupati Bima Syafrudin HM Nur, Kepala Bakorluh Provinsi NTB Husnanidianty Nurdin dan Kepala Bulog Divre NTB Muhammad Sugit Tedjo Mulyono.

ad_idzone = “1523222”;
ad_width = “300”;
ad_height = “50”;


Sumber: harianterbit

Iklan